TAHUKAH KAMU …
Berikut ini ada 2
kalimat berbeda
1. Ittakhadza Ahmad
baitan
Ahmad membangun
rumah
اتخذ
أحمد بيتا
2. Ittakhadzat
Fatimah baitan
Fatimah membangun
rumah
اتخذت
فاطمة بيتا
Pada
Fatimah menggunakan ittakhadzat (اتخذت ) karena ada tambahan ta' atta'nits ت.
Penggunaan
ta' att'nits ini berlaku pada wanita/betina dan hal-hal yang berhubungan dengan
hal-hal kewanitaan/feminim/betina. Ta' atta'nits tidak diletakkan pada kata
kerja yang berhubungan dengan kelelakian.
Atas
dasar prinsip linguistik ini, orang kafir mencela dan mendustakan al-Qur'an.
Mereka mengungkapkan bhw banyak ayat menyelisihi kaidah bahasa.
Sebagai
contoh ayat berikut
ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﺨَﺬُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ
ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟْﻌَﻨْﻜَﺒُﻮﺕِ ﺍﺗَّﺨَﺬَﺕْ ﺑَﻴْﺘًﺎ
"Perumpaan
orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai wali ibarat laba-laba yang
membangun rumah/sarang."
(QS
al-Ankabut: 41)
Kata
al-an-kabut adalah laba-laba jantan namun Allah meletakkan ta' atta'nits pada
kata kerjanya yaitu ittakhadzat اتخذت
Kenapa
begitu?
Bukankah
itu keliru?
Bagaimana
bisa sebuah kitab suci mengandung cacat linguistik dan pilihan huruf ?
Dari
penelitian ilmiah terungkap bahwa laba-laba betinalah yang bertugas membuat dan
membangun jaringnya. Laba-laba
jantan tak bisa melakukan ini dan hanya keluar dan bergerak di jaringnya. "Laba-laba
betina yang bertugas memintal jaring" kata Dr. Ilyas Zuhair.
Karena
itu, Allah meletakkan ta' atta'nits pada kata kerja ittakhadzat dalam ayat di
atas sebagai isyarat bahwa laba-laba betinalah yang membangun jaring, bukan
sang pejantan.
Segala
puji bagi Allah. Satu huruf adalah mukjizat. Alquran akan menambah keimanan dan
ketundukan bagi dia yang beriman dan kedurhakaan bagi mereka yang kafir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar